Kerajinan Anyaman Tradisional
Dusun Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat
Tarnyaman-jaya.com berawal dari warisan keterampilan yang telah turun-temurun sejak zaman nenek moyang di Ranah Minangkabau. Sejak dahulu, masyarakat adat memanfaatkan tumbuhan mansiang—yang tumbuh liar di hutan-hutan perbukitan—untuk dibuat menjadi anyaman yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti tikar, tas, tudung saji, dan perlengkapan adat lainnya
Anyaman mansiang bukan hanya kerajinan biasa, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi tentang ketekunan, harmoni dengan alam, serta identitas budaya. Ilmu menganyam ini diwariskan secara lisan dan praktik langsung dari generasi ke generasi, terutama oleh para perempuan Minangkabau
Melihat potensi dan keunikan warisan ini, Tarnyaman-jaya.com didirikan sebagai platform digital untuk memperkenalkan karya turun-temurun nenek moyang ke dunia yang lebih luas. Selain menjadi sarana pemasaran produk, website ini juga menjadi upaya pelestarian budaya, sekaligus memberdayakan para pengrajin lokal agar tetap bangga dengan akar budayanya di tengah arus modernisasi.
Menjadi pelopor usaha anyaman tradisional yang kreatif, berkualitas, dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional
Anyaman mansiang di Tarnyaman-Jaya.com dibuat dari daun mansiang pilihan yang dibersihkan dan dikeringkan, lalu dianyam dengan teknik tradisional Minangkabau hingga menghasilkan motif rapi dan kuat, kemudian dirapikan untuk siap pakai.
Proses dimulai dengan memilih daun mansiang terbaik yang tumbuh alami di daerah rawa dan sawah. Hanya daun yang segar, lentur, dan tidak rusak yang digunakan untuk memastikan kualitas anyaman tahan lama.
Daun mansiang dibersihkan dari kotoran, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kadar air berkurang. Pengeringan ini bertujuan agar daun lebih awet dan mudah dianyam.
Jika dibutuhkan warna tertentu, daun mansiang akan melalui proses pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan agar tetap aman dan tidak merusak serat daun
Daun yang sudah kering dipotong sesuai ukuran dan dirapikan ujungnya agar hasil anyaman rapi dan seragam.
Pengrajin memulai proses menganyam dengan teknik tradisional Minangkabau. Setiap helai disilangkan dengan pola yang telah ditentukan, menciptakan motif unik yang memiliki makna budaya.
Setelah anyaman selesai, produk diberi sentuhan akhir seperti pemotongan sisa serat, pengecekan kekuatan, dan penghalusan permukaan untuk menghasilkan produk yang indah sekaligus kokoh.
Anyaman yang sudah jadi siap dipasarkan atau digunakan, baik sebagai tikar, kerajinan tangan, dekorasi, maupun produk custom sesuai pesanan.
Daun mansiang dipanen saat cukup tua agar seratnya kuat dan lentur. Setelah dijemur dan dibersihkan, serat kemudian diwarnai menggunakan bahan alami dari tumbuhan lokal. Proses pewarnaan ini dilakukan dengan perendaman hingga warna meresap sempurna, lalu dijemur kembali hingga kering. Hasilnya, serat mansiang memiliki warna alami yang tahan lama dan siap dianyam menjadi produk berkualitas khas Tarnyaman Jaya
Tarnyaman Jaya adalah kelompok pengrajin anyaman yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan kerajinan berbahan alami, terutama daun mansiang. Berdiri dari semangat masyarakat lokal untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan ekonomi kreatif desa, Tarnyaman Jaya menghasilkan berbagai produk anyaman berkualitas seperti tas, tikar, dan hiasan rumah.
Dengan mengutamakan bahan ramah lingkungan, teknik tradisional, dan sentuhan modern, setiap karya Tarnyaman Jaya mencerminkan keindahan alam serta keterampilan tangan para pengrajin yang penuh dedikasi.
Kenag. Kubang Kec. Guguak, Kab.50 Kota, Sumatera Barat
Monday - Friday ( 08.00 - 22.00 )
https://tarnyaman-jaya.com/